oleh

DPRD Konsel Gelar Paripurna Pandangan Fraksi-Fraksi Atas RAPBD TA 2021

LAYARSULTRA.COM, KONSEL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2021, Minggu (29/11/2020).

Rapat Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., didampingi Wakil Ketua I, Armal dan dihadiri oleh Plt. Bupati Konsel, Arsalim Arifin, SE., M.Si., Sekda Konsel, Drs. Sjarif Sajang, M.Si., bersama para Anggota DPRD dan Kepala OPD Pemkab Konsel.

Dalam Rapat Paripurna tersebut, Syarifuddin Pariwusi mewakili 8 Fraksi yang ada di DPRD Konsel, menyampaikan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas RAPBD Tahun Anggaran 2021.

Baca Juga :  Dana Desa di 225 Desa, Siap dicairkan

“Pembahasan APBD ini merupakan salah satu tahapan dari seluruh rangkaian pengelolaan keuangan daerah dalam mengimplementasikan kebijakan pendapatan dan belanja daerah. Sehingga melalui pembahasan tersebut akan tercipta kesepahaman yang menghasilkan Perda yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel kepada publik,” katanya.

Lebih lanjut, Syarifuddin menyampaikan beberapa hal sebagai Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Konsel mengenai Raperda APBD TA 2021, di antaranya yakni perkiraan Pendapatan Daerah pada tahun 2021 sebesar 25 miliar, seperti yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selanjutnya, Dana Alokasi Umum (DAU) kurang lebih 683 miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) Provinsi sebesar 28 miliar serta DBH dari Pemerintah Pusat sekitar 48 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk program fisik sebesar 177 miliar dan DAK non fisik sekitar 131 miliar, serta Dana Desa (DD) sekitar 251 miliar. Dan total Anggaran Pendapatan berkisar 1,3 triliun rupiah.

Baca Juga :  DPRD Konsel Gelar RDP terkait Polemik Pembentukan Pasar DU menjadi Pasar Modern

Syarifuddin menambahkan bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya,  pendapatan dari pos DBH selalu tidak sesuai dengan target 100 persen, sehingga dalam RAPBD harus mempertimbangkan kegiatan, agar kegiatan yang pembiayaannya dari DBH dapat terlaksana secara maksimal.

“Ini menjadi perhatian bersama, agar ke depan siklus keuangan daerah dapat berjalan normal dan sebagai instrumen stabilisasi keuangan pemerintah daerah, sehingga skenario APBD T.A 2021 harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan nyata dan mempertimbangkan aspek-aspek strategis,” sebutnya.

Baca Juga :  Pemda dan DPRD Konsel Sepakati LKPD Tahun 2021

Sementara itu, Plt. Bupati Konsel menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi-fraksi tersebut, bahwa Pemda sepakat dalam perencanaan belanja harus memperhatikan pendapatan riil yang akan diterima.

Arsalim juga menyampaikan bahwa upaya-upaya untuk konsisten dengan siklus keuangan harus mendapat perhatian, hal ini disebabkan karena keterlambatan-keterlambatan akan berpengaruh terhadap dana transfer yang akan diterima.

Sedangkan dana untuk besaran prediksi DBH yang dalam kenyataan realisasinya selalu tidak mencapai 100 persen, maka prediksi anggaran pendapatan hanya menetapkan 80 persen dari yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

“TAPD juga telah melakukan analisis besaran anggaran dengan menyesuaikan distribusi dan alokasi anggaran dengan beban kerja dan kinerja organisasi serta mempertimbangkan sumber dana atau kemampuan dari keuangan daerah,” jelas Arsalim.

(Agus)

272

Tentang Penulis: Layar Sultra

Gambar Gravatar
Layarsultra.com merupakan salah satu media online yang berkedudukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan berada dibawah naungan PT. Mediatama Sejahtera Group. Tujuan didirikannya media online layarsultra.com adalah untuk memberikan informasi kepada publik melalui karya jurnalistik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed