oleh

Saat Kunker di Kodim 1413/Buton, Pangdam XIV/Hsn Mendapat Gelar Kehormatan dari Perangkat Adat Kesultanan Buton

LAYARSULTRA.COM, BAU-BAU – Saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1413/Buton, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin (Hsn), Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka mendapat gelar kehormatan dari Perangkat Adat Kesultanan Buton.

Penganugerahan gelar kehormatan tersebut dikarenakan adanya keterikatan sejarah leluhurnya di Buton, sehingga Pangdam XIV/Hsn Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Andi Sumangerukka dianugerahi gelar kehormatan Laode Lakina Umane Lipu.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Penerangan Komando Resor Militer (Kapenrem) 143/HO Mayor Arm Sumarsono dalam rilisnya, Kamis (24/12/2020) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Mayor Sumarsono menyampaikan bahwa dalam kunjungan kerjanya ke wilayah Kodim 1413/Buton yang terletak di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, dengan didampingi oleh Komandan Korem (Danrem) 143/HO Brigjen TNI Jannie A. Siahaan, Pangdam XIV/Hsn juga mendapatkan penganugerahan gelar adat kehormatan oleh Perangkat Adat Kesultanan Buton.

“Dalam kunjungan kerjanya selama 2 hari sejak kemarin Rabu, (23/12), Pangdam XIV/Hsn juga mendapatkan kado istimewa dari Kesultanan Buton, yaitu gelar kehormatan adat Laode Lakina Umane Lipu,” kata Sumarsono.

“Bapak Pangdam kini memiliki panggilan La Ode Sumangerukka. Arti dari La Ode Lakina Umane Lipu sendiri yang memiliki makna seorang lelaki pemberani, menguasai wilayah dan petinggi atau pejabat negeri,” sambungnya.

Menurut Sumarsono, pemberian gelar adat tersebut tentu tidak hanya menjadi penghargaan yang istimewa bagi Pangdam saja, tapi juga menjadi keistimewaan bagi TNI AD.

“Bertepatan dengan peringatan Hari Juang TNI AD tahun ini, gelar kehormatan dari Kesultanan Buton tersebut tidak saja menjadi penghargaan yang istimewa bagi Mayjen TNI Andi Sumangerukka, namun juga bagi TNI AD,” jelasnnya.

Sumarsono menjelaskan, pemberian gelar tersebut yang sebelumnya telah melalui banyak pertimbangan dari Kesultanan Buton kepada Pangdam Mayjen TNI Andi Sumangerukka.

“Namun yang menjadi alasan utama adalah karena adanya keterikatan dengan sejarah leluhur dari Pangdam yang memliki hubungan harmonis dengan masyarakat Buton,” ungkapnya.

Selain itu, Pangdam juga sebelumnya sempat lama bertugas di wilayah Sulawesi Tenggara, baik sebagai Danrem 143/HO (2012-2013) maupun sebagai Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sultra (2015-2019).

Dari rekam jejak tersebut, menurut Sumarsono bahwa Pangdam telah banyak turut berkontribusi terhadap masyarakat Sultra, dalam hal ini tentu juga dirasakan oleh masyarakat Buton.

“Saya sangat berbahagia, ditanah ini leluhur saya merasa aman dan terlindungi, akhirnya saya bisa kembali di rumah kedua,” ujar Sumarsono mengutip pernyataan dari Pangdam XIV/Hsn.

“Saya berjanji memegang amanah ini, penganugrahan gelar kehormatan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi pribadi saya, apalagi di Buton nama saya kini menjadi La Ode Sumangerukka,” imbuh Sumarsono menirukan janji yang diucapkan oleh Pangdam XIV/Hsn di hadapan Sultan Buton yang ke-40.

Sementara itu, H. La Ode Muh Izat Manaarfa selaku Sultan Buton yang ke-40, yang juga sebagai Ketua Lembaga Adat Buton mengatakan bahwa sebagai saudara maka kami akan selalu bekerja bersama-sama.

“Meskipun berbeda kita adalah saudara, dan selalu bekerja bersama-sama. Selamat atas penganugrahan gelar kehormatan kepada La Ode Sumangerukka, semoga terus terjalin persaudaraan dan terus bekerja bersama-sama,” tutur Sultan Buton.

“Dan harapan saya ditengah pandemi Covid-19 ini, mari kedepankan keselamatan dan kesehatan serta terus patuhi aturan pemerintah Kota Baubau dalam melawan virus Covid-19,” tutupnya.

*(Redaksi)
Sumber : Penrem 143/HO.

206

Tentang Penulis: Layar Sultra

Gambar Gravatar
Layarsultra.com merupakan salah satu media online yang berkedudukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan berada dibawah naungan PT. Mediatama Sejahtera Group. Tujuan didirikannya media online layarsultra.com adalah untuk memberikan informasi kepada publik melalui karya jurnalistik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *