oleh

Akibat Kadesnya Ditahan Karena Kasus Penganiayaan, BLT di Desa Waworano Baru Tersalurkan Awal Januari 2021

LAYARSULTRA.COM, KONSEL – Akibat Kepala Desanya ditahan karena kasus penganiayaan, warga di Desa Waworano, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel),Sulawesi Tenggara (Sultra), baru menerima BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) Covid-19 pada awal Januari 2021.

Penyaluran BLT tersebut dihadiri oleh Kapolsek Kolono AKP Khamaruddin, Sekcam Kolono Mandar SH., M.Si., Babinsa Serda Sexten Raja Guguk, Kasi Pembangunan Muh. Jafar S.Sos., Sekretaris Desa Rasman, Pendamping Desa Herman dan Ketua BPD Mandran, bertempat di Balai Desa Waworano, Senin (4/1/2021).

Sekretaris Desa Waworano Rasman serta Ketua BPD Mandran memberikan penjelasan terkait keterlambatan penyaluran BLT-DD Covid-19 ini dikarenakan Kepala Desa Waworano tersandung kasus hukum akibat penganiayaan.

“Penyaluran BLT ini terlambat karena Bapak Kepala Desa dalam proses penahanan sejak tanggal 28/12/2020 atas kasus penganiayaan kepada warganya sehingga kami belum bisa menyalurkan, harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak kecamatan,” kata Rasman.

Baca Juga :  Wabup Rasyid Tekankan Pengawasan Dalam Penyaluran Pupuk Subsidi Agar Tepat Sasaran

“Dan sedianya penyaluran BLT ini akan dilaksanakan pada 29 Desember 2020, namun karena adanya kasus tersebut sehingga ditunda sementara penyaluran dan dilakukan koordinasi dengan tim relawan covid desa dan kecamatan karena sesuai dengan regulasi penyaluran BLT wajib dihadiri oleh kepala desa beserta aparatnya dan pemerintah kecamatan,” sambung Mandran.

Ditempat yang sama, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kolono, Mandar menyampaikan kepada masyarakat bahwa dengan tersalurnya BLT ini diharapkan dapat meringankan beban hidup masyarakat penerima BLT akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Baca Juga :  PAW Wakil Ketua dan Anggota DPRD Konsel, Hari Ini Resmi Dilantik

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Kolono kami mohon maaf atas keterlambatan penyaluran BLT ini dan harapan kami dengan adanya BLT ini dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19,” ungkap Mandar.

Sementara itu, Kasi Pembangunan Kecamatan Kolono Muh. Jafar mengatakan penyaluran BLT ini adalah penyaluran tahap 2 untuk bulan Agustus-September kepada 95 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), dan tahap 3 untuk bulan Oktober 2020 kepada 99 KPM.

“Terkait tahap 3 bulan November dan Desember 2020 kami mengecek kembali berita acara musdes serta perkadesnya tentang penetapan BLT-DD tahap 3, apakah sampai Oktober saja atau sampai bulan Desember 2020,” ucap Jafar.

Baca Juga :  DPRD Konsel Terima Kunjungan dari DPRD Kota Bau-Bau, Membahas Tentang Pemanfaatan Program CSR

“Karena berdasarkan Permenkeu Nomor 156, Permendes Nomor 14 serta Perbub Nomor 51 Tahun 2020, desa wajib menganggarkan BLT tahap 3 dari bulan Oktober hingga Desember 2020 apabila dana desa masih tersedia,” imbuhnya.

Dan terkait bantuan lain seperti KWH untuk warga sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu warga, Jafar belum dapat memberikan keterangan dengan alasan belum melihat fisik dari dokumen APBDes-P kedua tahun 2020.

“Kami belum lihat fisiknya dokumen APBDes-P, dan apabila benar adanya bantuan seperti KWH yang masuk dalam penganggaran APBDES-P kedua tidak direalisasikan sampai batas waktu yang telah ditentukan berdasarkan aturan, tentunya ini menjadi ranahnya Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk dilakukan audit atau pemeriksaan,” tutup Jafar.

(Redaksi)

331

Tentang Penulis: Layar Sultra

Gambar Gravatar
Layarsultra.com merupakan salah satu media online yang berkedudukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan berada dibawah naungan PT. Mediatama Sejahtera Group. Tujuan didirikannya media online layarsultra.com adalah untuk memberikan informasi kepada publik melalui karya jurnalistik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed