oleh

Seorang Siswi SMA di Konsel Digilir oleh Tiga Pria Secara Bergantian

-Hukrim-3,024 views

Ilustrasi pemerkosaan

LAYARSULTRA.COM, KONSEL – Seorang siswi SMA di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial IR (17) diduga telah menjadi korban pemerkosaan oleh tiga orang pria secara bergiliran.

IR mengaku bahwa ketiga pria yang menggilirnya secara bergantian itu masing-masing bernama AD, FB dan ED.

Kronologi pemerkosaan tersebut berdasarkan pengakuan dari IR yakni berawal saat dirinya bersama seorang temannya perempuan inisial AC dijemput oleh AD untuk pergi Molulo (tarian khas masyarakat Sultra saat pesta) di salah satu desa yang ada di Kecamatan Angata.

Setelah lama di acara Molulo, IR dan AC pun meminta kepada AD untuk mengantarkannya pulang, namun AD bukannya mengantarkan ke rumah mereka berdua, justru AD membawa IR dan AC ke rumah FB.

“Saat itu saya bersama teman dijemput oleh AD untuk pergi Molulo, pas kita minta antar pulang sekitar jam delapan malam, kita bukannya diantar ke rumah malah dibawa ke rumah temannya AD. Pada saat kami tiba di rumah tersebut, sudah ada ED dan FB. Setelah disana,  AD pun menarik saya ke hutan-hutan yang tidak jauh dari rumah FB. Disitu tidak terjadi apa-apa, karena teman AD datang,” ungkap IR saat ditemui di kediamannya, Minggu (21/3/2021).

Baca Juga :  Gegara Saksi Ahli Terpapar Covid-19, Sidang Kasus Korupsi Mantan Kadis Pariwisata Konsel Ditunda




Pada saat IR dibawa oleh AD ke hutan, temannya bernama AC sempat hendak diperkosa oleh ED dan FB, namun FB mengatakan bahwa ada temannya AC yang dibawa oleh AD. Keduanya pun pun melepas AC lalu mencari AD dan IR.

Setelah mereka mencari dan menemukan IR bersama AD, ED dan FB pun menarik masuk IR ke dalam rumah dengan alasan ingin menyelamatkan IR dari AD.

IR yang waktu itu sempat menolak untuk masuk kamar, akhirnya ditarik dan dipaksa masuk ke kamar oleh mereka berdua, lalu dikunci di dalam kamar.

“Setelah saya dipaksa masuk kamar, FB lalu mengunci pintu kamar dari luar. Saya di dalam kamar bersama ED dan dia memaksa membuka celana saya untuk berhubungan badan. Setelah saya dilecehkan oleh ED, dia pun mengancam akan membunuh saya jika saya berani bercerita pada orang-orang,” jelas IR sambil menangis.

Baca Juga :  Penasehat Hukum Akui Kliennya Menyerahkan Diri di Polda Sultra Usai Jadi Tersangka Dugaan Pengrusakan Lahan di Konsel

Setelah ED keluar kamar, IR yang saat itu hendak memakai celananya kembali, tiba-tiba gantian masuk FB lalu memaksanya untuk berhubungan badan. IR saat itu berusaha melawan, namun apalah daya ia hanya seorang perempuan dan akhirnya pelecehan seksual tersebut kembali terjadi disertai dengan ancaman akan dibunuh oleh FB.

Setelah selesai digarap oleh FB, IR pun kembali digilir oleh AD ditempat yang sama.

Usai digilir oleh ketiga pria bejat tersebut, IR pun berusaha keluar kamar lalu menaiki sepeda motor untuk pulang ke rumah. Namun tiba-tiba ia pingsan dan sadar sekitar jam 5 subuh. Kemudian ia diantar pulang oleh AD.

Tidak hanya sekali itu saja, sesuai pengakuannya, ternyata IR kembali digilir untuk kedua kalinya. Namun kali ini hanya ED dan FB yang menggilirnya. Dan kejadian yang kedua kali ini belum lama terjadi.

Berdasarkan pengakuan tersebut, paman IR yang bernama Nurlan pun melaporkan kejadian itu di Polsek Angata dengan bukti laporan polisi dengan Nomor : LP/23/III/2021/Sultra/Res. Konsel/SPK Polsek Angata, pada Jumat 19 Maret 2021.

Baca Juga :  Poros Muda Sultra Desak Kejari Konsel Usut Pelanggaran RTRW dan Penerbitan Izin PT SRNA

Menurut keterangan Nurlan, bahwa saat ini laporannya telah diterima oleh Polsek Angata, bahkan saksi juga telah ia hadirkan untuk dimintai keterangannya terkait kejadian tersebut.

Nurlan menjelaskan bahwa pemerkosaan yang terjadi sekitar akhir tahun 2020 dan terulang kembali belum lama ini, baru diketahui setelah IR mengalami sakit-sakitan dan akhirnya mau menceritakan kejadian yang menimpanya.

“Pertama dia tidak mau bilang kalau habis diperkosa oleh tiga laki-laki, tapi saya lihat sakit-sakit terus, dari dasar itulah saya cari tahu,” ucapnya.

Nurlan pun sangat mengharapkan keadilan hukum atas apa yang menimpa ponakannya tersebut. Bahkan hingga berita ini diterbitkan, para pelaku belum ditangkap oleh polisi.

“Kami harapkan para pelaku segera ditangkap, karena sudah lama kami melapor ke polisi, bahkan dua saksi dari teman ponakan saya juga sudah kami hadirkan,” harapnya.

Ditempat terpisah, menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Konsel AKP Fitrayadi mengatakan bahwa semenjak laporan itu masuk, timnya sudah bergerak untuk mencari keberadaan pelaku.

“Pelakunya sementara dicari untuk ditangkap. Karena keberadaan pelakunya sampai saat ini belum diketahui,” ungkap Fitrayadi via whatspp.

(Redaksi)

3024

Tentang Penulis: Layar Sultra

Gambar Gravatar
Layarsultra.com merupakan salah satu media online yang berkedudukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan berada dibawah naungan PT. Mediatama Sejahtera Group. Tujuan didirikannya media online layarsultra.com adalah untuk memberikan informasi kepada publik melalui karya jurnalistik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed