Menanggapi Himbauan Walikota Kendari yang Melarang Sholat Idul Adha, BEM UHO Ajak Masyarakat Sholat di Lapangan UHO

Ketua BEM UHO Muh. Arlin Saputra

LAYARSULTRA.COM, KENDARI – Sesuai dengan Surat Himbauan Walikota Kendari yang melarang masyarakat melaksanakan sholat Idul Adha selama masa PPKM, sebagai bentuk protes BEM UHO mengajak masyarakat dan seluruh mahasiswa yang berada di Kota Kendari untuk sholat bersama di lapangan mini Universitas Halu Oleo (UHO).

Ketua BEM UHO Muh. Arlin Saputra menilai bahwa kebijakan Walikota Kendari bersama forkompinda tentang larangan shalat Idul Adha selama masa PPKM ini sangat tidak bijaksana yang membuat masyarakat harus mematuhi anjuran tersebut, padahal Sholat Idul Adha adalah momentum yang paling penting bagi umat muslim.

“Seharusnya Pemkot Kendari memberikan kebijakan agar dapat melaksanakan shalat Idul Adha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab Shalat Idul Adha adalah momentum yang sangat penting bagi umat Islam,” katanya, Senin (19/7/2021).

“Oleh karena itu kami dari BEM UHO menindaklanjuti kebijakan tersebut dan mengajak kepada seluruh masyarakat serta mahasiswa yang berada di Kota Kendari untuk melaksanakan shalat Idul Adha secara bersama di lapangan mini UHO dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jalanan Berlumpur Akibat Ditimbun Tanah, Ketua BPD Desa Aopa Minta PT Asmindo Bersihkan Timbunan

Bahkan Muh. Arlin mengatakan akan menyiapkan panitia khusus untuk penyelenggaraan shalat bersama, dengan melibatkan beberapa organisasi internal yang akan mengawal pelaksanaannya sehingga tetap sesuai dengan standar prokes Covid-19.

“Munas Kadin saja bisa dilaksanakan bahkan didukung penuh oleh Pemkot Kendari, tapi kali ini dengan alasan PPKM Pemkot melarang semua masjid untuk melaksanakan shalat Idul Adha, ini benar-benar tidak adil,” kritiknya.

Arlin berharap agar Walikota Kendari dapat mengevaluasi terkait kebijakan penerapan PPKM di Kota Kendari yang sangat berdampak kepada masyarakat kalangan bawah, terutama bagi pelaku usaha serta pedagang kaki lima (PKL).

“Kalau kondisinya sudah seperti ini pasti kita akan melihat lagu masyarakat mengencangkan ikat pinggang, sementara mereka ingin mencari pendapatan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Reporter : Muh. Ainul
Editor : Agus 2971

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *