Berikut Klarifikasi Kades Motaha Atas Tuduhan Manipulasi Data Kompensasi SUTET serta Hasil Mediasi oleh Wabup Konsel

Ilustrasi SUTET

LAYARSULTRA.COM, KONSEL – Kepala Desa (Kades) Motaha, Aswar Kiki, S.Ip., merasa keberatan atas tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya atas dugaan telah melakukan manipulasi data terkait dana kompensasi pembangunan tapak dan bentangan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PLN di atas lahan seorang warga bernama Surif.

Kepada layarsultra.com saat dihubungi via telpon, Aswar Kiki melakukan klarifikasi atas tuduhan tersebut. Ia sangat menyayangkan pihak-pihak yang telah menyebut dirinya melakukan manipulasi data tanpa melakukan konfirmasi kepadanya dan hanya berdasarkan keterangan dari satu narasumber secara sepihak.

“Saya sangat keberatan atas tuduhan tersebut, seharusnya mereka melakukan konfirmasi terlebih dahulu dan mengambil keterangan juga dari saya, bukan hanya sepihak dengan mengambil keterangan dari satu narasumber saja dan langsung mengeluarkan pernyataan tuduhan seperti itu,” kata Aswar, Jumat (6/8/2021).

Aswar mengatakan bahwa dirinya tidak memanipulasi data dan tidak pernah mengeluarkan Surat Kepemilikan Tanah (SKT) kepada Surif yang mengklaim memiliki lahan di Desa Motaha, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dibangun tapak SUTET milik PLN dan lahan itu ternyata banyak yang mengklaim sebagai pemiliknya.

“Ini lahannya (Surif -red) tidak memiliki bukti-bukti administrasi berupa surat-surat kepemilikan karena tidak dapat menunjukkan bukti-buktinya serta saya dikatakan telah membuat SKT padahal saya tidak pernah menerbitkan SKT atas lahan itu. Dan lahan itu banyak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, sehingga saya sebagai pemerintah desa siapa pun yang datang saya tetap melayani sesuai tupoksi saya sebagai kepala desa yang memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :  Ketua PP Jamindo Nilai Langkah DPRD Sudah Tepat Menolak Rencana Pinjaman Pemkab Konsel Senilai 251,5 Milyar

Aswar pun tidak mengetahui siapa yang sebenarnya memiliki lahan tersebut karena masing-masing yang datang mengklaim tidak ada yang memiliki bukti surat legalitas dan hanya mengatakan sebagai pemilik lahan serta telah mengolahnya, sehingga dana kompensasi dari PLN dibagi kepada masing-masing para pengklaim pemilik lahan.

Sementara itu, berdasarkan hasil pertemuan pada Rabu (4/8) bertempat di Balai Kecamatan Angata yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Konsel Rasyid serta dihadiri oleh Kepala BPN Konsel, pihak PLN, Camat Angata, Kapolsek Angata, Danpos Koramil, Kepala Desa Motaha serta pihak-pihak terkait sebagai tindaklanjut atas aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat beberapa hari yang lalu, untuk penyelesaian permasalahan pembayaran tanaman tumbuh pada lokasi jalur SUTET di Desa Motaha oleh saudara Surif, Samruddin, Sastra dan Darwis dengan hasil mediasi yang disepakati sebagai berikut :

  1. Pembayaran yang telah diterima oleh Surif pada titik tapak tidak dipermasalahkan lagi.
  2. Pembayaran yang telah diputuskan dan dibebaskan oleh Kepala Desa Motaha untuk dibagi 4 orang sesuai berkas tidak dipermasalahkan lagi.
  3. Tali asih yang akan diberikan kepada Surif oleh pihak PLN akan dibicarakan tersendiri antara pihak PLN/SUTET dengan Surif dan tetap berkoordinasi kepada camat bila ada permasalahan.
  4. Sejak selesainya permasalahan ini,  maka seluruh keputusan yang telah disepakati tidak boleh lagi ada muatan fitnah maupun isu dimuat di media sosial dan lainnya.
Baca Juga :  Usai Gelar Perkara di Polda Sultra, Aspul Minta Pelaku Pengancaman Terhadap Dirinya Segera Diproses Hukum

(Redaksi) 1327

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *