Selain Persawahan, Kecamatan Tinondo Berpotensi Untuk Pengembangan Tanaman Kopi dan Porang

Foto ilustrasi

LAYARSULTRA.COM, Koltim – Melihat letak geografis dan kondisi kesuburan tanahnya, wilayah di Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), berpotensi untuk pengembangan tanaman porang dan kopi.

Hal itu diungkapkan oleh Camat Tinondo H. Ahmad, S.Pd., M.Si., saat ditemui di rumah dinasnya, Rabu kemarin (29/9). Ia mengatakan bahwa di wilayahnya, mayoritas masyarakat bekerja pada bidang pertanian dan perkebunan.

“Dua tanaman tersebut (porang dan kopi –red) saya rasa sangat cocok untuk dikembangkan di daerah Tinondo karena tanahnya sangat cocok untuk budidaya tanaman tersebut. Apalagi masyarakat disini mayoritas petani dan pekebun. Hal itu dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para petani,” ucap Ahmad.

“Karena kalau tanaman jangka panjang, seperti kelapa sangat tidak cocok di wilayah Tinondo. Sebab banyak hama terutama babi yang dapat merusak tanaman. Jadi porang dan kopi menjadi perencanaan kami untuk dikembangkan kedepannya, dan hasilnya sangat menjanjikan,” imbuhnya.

Namun Ahmad juga mengungkapkan bahwa wilayahnya secara geografis berada di dataran rendah sehingga rawan akan banjir. Dan daerah yang rawan banjir ketika musim hujan adalah Desa Tawarombadaka,  Tinengi, Talata dan termasuk Lamunde karena dia berdekatan dengan Desa Tawarombadaka.

Akibat dari dampak banjir ini, maka sejumlah lahan pertanian milik masyarakat sering rusak dan terendam banjir terutama daerah persawahan sehingga banyak yang mengalami kerugian cukup besar. Bahkan ada yang telah empat kali menghambur bibit padi, bibitnya selalu tenggelam serta tersapu banjir dan akhirnya empat kali mengalami puso. Dan untuk mendapatkan bibit padi di Tinondo sangat susah.

Baca Juga :  Terdapat Dugaan Mark Up Pengadaan Sembako Covid-19 di Dinas Sosial, GMPK Minta Kejati Sultra Lakukan Penyelidikan

“Penyebab utama sering terjadi banjir di daerah Tinondo ini saat musim hujan, karena kontruksi tanggul yang tidak memadai hanya bahan materialnya dibuat secara manual melalui gotong royong tidak menggunakan beton. Waktu datang  bupati, saya sudah sampaikan tempat kejadian kemarin, bahwa  yang harus ditangani disana itu tanggul, karena tanggulnya memang selalu jebol, karena kalau jebol airnya biar masjid di tabrak juga,” jelasnya.

Oleh karena itu, Camat Tinondo ini berharap akan kebijakan Pemerintah Daerah Kolaka Timur melalui dinas terkait untuk memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Tinondo terutama ketersediaan bibit padi dan perbaikan sarana pertanian.

“Masyarakat disini butuh perhatian serius dari pihak dinas terkait, seperti ketersediaan bibit padi dan perbaikan tanggul agar tidak jebol, karena sawah di wilayah ini sudah berapa kali puso, sehingga mereka butuh bantuan itu,” tutupnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-50, Pj Bupati Koltim Harapkan TP-PKK Sinergi dengan Program Pembangunan Daerah

(Agus) 798

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *