Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Konsel Lakukan Reses di Masing-Masing Dapil

Salah satu kegiatan reses yang dilakukan Anggota DPRD Konsel di Dapil I

LAYARSULTRA.COM, Konsel – Untuk menyerap aspirasi dari masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan reses masa sidang ke- III Tahun 2021 di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Reses yang dilaksanakan mulai 5 hingga 14 Oktober 2021 ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh anggota dewan di luar gedung dengan melakukan kunjungan kerja, baik secara perorangan maupun secara tim.

Seperti yang dilakukan oleh sembilan Anggota DPRD Konsel yang berada di Dapil I secara bersama-sama melaksanakan kegiatan reses bertempat di Desa Watu Mokala Kecamatan Andoolo Barat dan Desa Awalo Kecamatan Buke yang dipimpin oleh Ketua Tim Djoko Suprihatin.

“Untuk pelaksanaan reses Masa Sidang ke- III Tahun 2021 ini dilaksanakan berbeda dengan tahun kemarin, kali ini pelaksanaannya dibatasi konstituen atau masyarakat yang hadir serta tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ucap Djoko Suprihatin, Senin (11/10/2021).

Reses di Dapil II

Sementara itu, di Dapil II dilakukan reses secara bersama-sama yang dipimpin oleh Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo, Wakil Ketua II Hj. Hasnawati beserta 8 anggota lainnya.

“Dalam reses yang dilakukan di Kecamatan Basala, Kepala Desa Lipu Masagena mengusulkan perbaikan bahu jalan, sebab jalan poros yang ada di Lipu Masagena banyak yang rusak akibat longsor dengan kondisi yang sangat parah serta sawah tadah hujan yang meluap pada saat musim hujan,” kata Irham.

Sedangkan Sekdes Tombekuku mengusulkan peningkatan jalan poros Lambandia sepanjang 2 kilometer, jalan yang menghubungkan Kabupaten Koltim sepanjang 4,2 kilometer, serta usulan penambahan kuota pegawai KUA di Kecamatan Basala yang masing kurang.

Baca Juga :  Warga Kota Kendari Digegerkan Penemuan Mayat Mengapung di Kendari Beach

Selanjutnya terdapat Kepala Desa Awalo di Kecamatan Benua yang mengeluhkan belum adanya kantor desa dan mengajukan usulan untuk peningkatan dan pengaspalan jalan poros Desa Awalo yang tembus di Kecamatan Angata dan Buke sepanjang sekitar 3 kilometer serta permintaan jalan Tapundoi yang kondisi jalannya sangat parah sepanjang 7 km, padahal Tapundoi merupakan daerah penghasil sawit terbesar di Konsel.

Reses di Dapil III

“Aspirasi lainnya datang dari masyarakat Desa Tunduno Kecamatan Ranomeeto Barat yang meminta pembuatan batas atau gerbang Konawe di Kabupaten Konsel, serta usulan masyarakat dari beberapa desa lainnya juga menyampaikan permintaan kepada para anggota dewan yang sedang reses tersebut di Dapil II,” imbuh Irham.

Untuk kegiatan reses di Dapil III, dipimpin oleh Ketua Komisi I Nadira beserta Anggota DPRD lainnya menerima usulan dari beberapa desa, diantaranya Desa Morome, Cialam, Lambusa, Amohalo, Konda, Ranowila, Mulyasari, Anaupe, Punggaluku, Ombu-Ombu jaya, Anduna, Puulo, Ambalodangge, Ambakumina, dan desa lainnya.

“Diantara aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat yakni terkait persoalan Bansos dan BLT, serta program pemerintah untuk KIS. Selain itu juga terkait kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini,” jelas Nadira.

Reses di Dapil IV

“Selain itu, terdapat permasalahan limbah tahu dan tempe di Desa Lambusa. Terdapat usulan masyarakat untuk penganggaran Pilkades serentak Tahun 2022, juga persoalan jalan dan masalah lahan serta usulan terkait bibit sapi dan budidaya kelapa untuk dikembangkan,” sambungnya.

Adapun di Dapil IV, reses yang dipimpin oleh Ketua Komisi III Herman Pambahako bersama Anggota DPRD lainnya menyerap aspirasi masyarakat yang disampaikan, diantaranya terkait permasalahan banjir, permasalahan batas desa, masalah pendidikan serta persoalan guru kontrak dan terkait pengaspalan jalan.

Baca Juga :  Tiga Desa di Konsel Dapat Bantuan Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif dari BKSDA Sultra

“Usulan dan aspirasi masyarakat ini kami tampung, seperti masalah status tanah pagar nanti diperjelas lagi, kami anggota DPRD akan membantu. Dan masalah batas desa bukan hanya di Kecamatan Kolono, namun hampir semua wilayah di Kabupaten Konsel mempermasalahkan batas desa ini,” sebut Herman.

“Terkait masalah banjir nanti akan disampaikan kepada bagian BPBD kabupaten untuk penanganannya dan akan dicek kembali anggarannya. Dan setelah selesai reses ini kami akan memanggil Dinas Pendidikan Kabupaten Konsel untuk membahas terkait permasalahan pendidikan saat ini di daerah Konsel,” tutupnya.

(Redaksi/Agus) 482

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *