Lakukan Pengendalian Secara Massiv, Tim Stunting Kabupaten Koltim Kunjungi Seluruh Kecamatan

Kunjungan tim stunting kabupaten ke salah satu kecamatan di Koltim

LAYARSULTRA.COM, KOLTIM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Timur (Koltim) melalui Dinas Kesehatan Koltim semakin massiv melakukan upaya pengendalian stunting atau masalah tumbuh kembang anak dengan tubuh pendek.

Tim Stunting Kabupaten Koltim pun turun langsung berkunjung ke seluruh kecamatan se- Kabupaten Koltim sampai ke desa-desa dan kelurahan.

Sebagaimana yang dilakukan oleh seluruh lintas sektor melakukan pertemuan review kinerja tahunan aksi integrasi stunting tingkat kecamatan se-Kabupaten Koltim tahun 2021.

Kegiatan itu dimulai pada Kamis, 16 Desember 2021 di Kecamatan Lambandia dan Aere. Lalu berlanjut pada Jum’at, 17 Desember di Kecamatan Poli-Polia, Dangia, Ladongi dan Loea. Kemudian pada Sabtu, 18 Desember di Kecamatan Lalolae, Tinondo, Mowewe dan Tirawuta. Sementara di dua kecamatan yakni Kecamatan Uluiwoi dan Ueesi bakal ditentukan di kemudian hari.

Semua kegiatan tersebut dilaksanakan di aula pertemuan masing-masing kecamatan dengan menghadirkan semua unsur terkait seperti Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan Kelurahan.

Berdasarkan data tim pertemuan review kinerja tahunan, aksi integrasi stunting tingkat kecamatan ini bertujuan sebagai bahan masukan dan program kegiatan yang dilanjutkan setelah mempertimbangkan faktor penyebab terjadinya permasalahan dapat dicarikan solusi.

Baca Juga :  Bupati Surunuddin Laporkan Progres Vaksinasi Saat Temui Presiden Jokowi di Lanud HO

Ditengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda juga masih dihadapkan dengan tantangan permasalah gizi buruk, khususnya stunting. Angka prevalensi stunting di tahun 2019 adalah 27,67 persen dengan jumlah penurunan angka stunting hanya 3,1 persen. Tiga dari 10 anak Indonesia saat ini mengalami stunting.

Untuk itu, pencegahan stunting ditengah pandemi saat ini adalah dengan pelayanan gizi lebih diprioritaskan kepada kelompok 1000 HPK yang meliputi promosi dan dukungan menyusui, kampanye gizi seimbang serta perilaku hidup bersih dan sehat, edukasi dan konseling dengan memanfaatkan media seperti telepon, sms atau Whatsapp grup.

Selanjutnya adalah mengawasi donasi atau pemberian susu formula, prioritas layanan pada balita melalui pelayanan kesehatan atau kunjungan rumah, pemberian makanan tambahan bagi balita kurang gizi dan ibu hamil, serta pemberian suplemen gizi.

(Tim Redaksi)
Sumber : Diskominfo Koltim 826

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *