Ribuan Hektar Sawah Tak Dialiri Air, Petani Geruduk Bendungan Ladongi

Massa aksi membakar ban dan berdemo di Bendungn Ladongi

LAYARSULTRA.COM, KOLTIM – Ratusan Petani di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam ‘Forum Petani Ladongi Bersatu’ melakukan aksi demonstrasi di Bendungan Ladongi, Kamis (10/3/2022).

Aksi damai ini berlangsung sejak pukul 08:00 hingga 14:00 WITA yang berlangsung tertib. Massa aksi semula melakukan orasi di pertigaan jalan poros Ladongi sebelum akhirnya tiba di gerbang Bendungan Ladongi.

Di tengah pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Kolaka, sejumlah perwakilan demonstran diterima oleh pihak Balai Sungai Wilayah IV Sulawesi Tenggara (BWS IV) untuk melakukan negosiasi.

Armanto Laberese selaku koordinator aksi dalam orasinya mengatakan bahwa terdapat 2.500 hektar sawah di Kecamatan Ladongi yang saat ini tidak bisa diolah akibat tidak tersedianya air yangg telah ditahan oleh BWS sejak September tahun lalu.

“Sedangkan debit air yang dilepaskan oleh Bendungan Ladongi hanya mampu mengairi sekitar 200 Ha dari total luasannya 3.604 Ha sawah di Kecamatan Ladongi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sebanyak 51 Pelajar Mengikuti Makesta yang Digelar PC IPNU Kabupaten Konawe

“Disamping itu, pihak BWS juga lalai dalam menjalankan kewajibannya untuk memberikan solusi jangka pendek kepada ribuan petani di Ladongi,” imbuhnya.

Setelah negosiasi yang berlangsung alot, akhirnya massa aksi membubarkan diri dan berjanji akan kembali dengan massa aksi yang lebih besar jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Berikut tuntutan massa aksi :

  1. Meminta kepada pihak BWS agar segera menormalisasi aliran air yang telah ditahan sejak 6 bulan yang lalu.
  2. Mendesak pihak BWS dan Pemerintah Daerah Koltim agar mengkoordinasikan pada pihak perbankan untuk melakukan penundaan pembayaran cicilan dana KUR.
  3. Meminta kepada BWS agar memberikan kompensasi pada petani terdampak yang telah berhenti mengolah sawahnya selama dua musim tanam.

Reporter : Supriadin
Editor : Ria
591

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *