oleh

SDN 89 BB Diduga Jadi Korban Penipuan Bahan Penghapus Noda Tembok dan CCTV Palsu

LAYARSULTRA.COM, BOMBANA – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 89 Boepinang Barat (BB) yang terletak di Kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, diduga jadi korban penipuan bahan penghapus noda tembok dan CCTV palsu.

Bahan penghapus noda tembok yang dimaksud, berbentuk cair berwarna kuning mirip pelumas kendaraan yang dikemas dalam jerigen plastik. Lain halnya dengan CCTV yang berhadiahkan sebuah handphone tanpa merek diduga palsu.

Menurut Werdi salah seorang guru pengajar SDN 89 Boepinang Barat saat ditemui di ruang kantor bersama kepala sekolahnya, Selasa (7/6/2022), menyampaikan bahwa sekitar lima bulan yang lalu mereka kedatangan tamu dengan tujuan menawarkan bahan penghapus atau pembersih coretan papan tulis, lantai dan dinding tembok.

Baca Juga :  Ribuan Hektar Sawah Tak Dialiri Air, Petani Geruduk Bendungan Ladongi

“Pak tua (penjual) promosikan katanya mudah terbuka mengkilat dan bersih jika digunakan untuk penghapus noda yang melekat di papan tulis bisa juga lantai keramik maupun coretan dinding tembok, saat mereka praktekkan ternyata terbukti saat itu,” sebutnya.

Werdi pun dengan senang hati membeli produk tersebut bersama kepala sekolah dan teman gurunya setelah mendengar arahan dan penjelasan si penjual, lalu memesan empat jerigen isi lima liter dengan total harga satu juta empat ratus ribu rupiah.

“Yah, kami tertarik dengan penjelasan si penjual. Kemudian kami pesan 4 jerigen untuk mencobanya, perjerigennya dikenakan Rp. 350.000, dan ini barangnya masih ada, mau dipake juga tidak ada gunanya setelah kami coba tidak betul kalau itu fungsinya bisa menghilangkan noda atau kotoran lantai atau pun dinding tembok,” kesalnya.

Baca Juga :  Tanggapi Video Viral Vaksin Kosong di Sumut, Ketua Relawan Covid-19 Angata Himbau Masyarakat Jangan Terpengaruh

“Jadi kami sekarang benar-benar kecewa dan merasa tertipu dan ini pembelajaran buat kami serta teman-teman yang lain karena yang beli barang ini bukan hanya kami ada juga di sekolah lain selain kami. Sehingga sejak hari itu kami mulai berhati-hati meskipun mengatakan mereka kerja sama pihak dinas kami tetap waspada,” imbuhnya.

Selain itu, kata Werdi, empat tahun yang lalu pernah membeli CCTV seharga Rp. 3.000.000, persatu unit beserta handphonenya pada saat dioperasikan normal setelah beberapa hari kemudian sudah tidak berfungsi.

“Kalau penjual CCTV itu, orangnya masih muda, hanya saja kami tidak tau asalnya dari mana, kami melihat barang itu asli tanpa berpikir kami langsung membelinya setelah dipasang beberapa hari kemudian sudah tidak normal, ingin dikembalikan bingung karena tidak ada alamat yang jelas dari si penjualnya,” bebernya.

Baca Juga :  Saat Reses, Ketua DPRD Kota Kendari Berjanji Prioritaskan Aspirasi Masyarakat di Kelurahan Anawai Terkait Banjir

Lebih lanjut, Werdi sampaikan bahwa CCTV palsu itu yang ditawarkan bukan hanya pihak sekolah yang jadi korbannya, tetapi sebagian guru di SDN tersebut karena untuk pemakaian pribadi dirumahnya.

“CCTV yang dibeli sebanyak 7 unit termasuk saya untuk keperluan rumah pribadi, begitu juga dengan kawan guru yang lain, jadi sekarang CCTVnya hanya sebagai pajangan saja,” ungkap Werdi, sembari menunjuk CCTV palsu yang menempel di tembok kantor SDN 89 BB. (*)

96

Tentang Penulis: Layar Sultra

Gambar Gravatar
Layarsultra.com merupakan salah satu media online yang berkedudukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan berada dibawah naungan PT. Mediatama Sejahtera Group. Tujuan didirikannya media online layarsultra.com adalah untuk memberikan informasi kepada publik melalui karya jurnalistik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed