Petani Binaan PT Vale Sangat Puas dengan Hasil Panen Padi Organik Berbiaya Murah

Para petani binaan PT Vale lakukan panen padi SRI organik. (foto : doc.valeindonesia)

LAYARSULTRA.COM, MOROWALI – Seorang petani binaan PT Vale Indonesia Tbk, Rudin kembali panen padi organik pada musim kedua, di Desa Ululere, Bungku Timur, Morowali, Senin (20/11/2022).

Di musim kedua ini, Rudin memperoleh hasil panen yang cukup memuaskan, yaitu 4,8 ton.

Ketua UPKK Kelompok Tani Sumber Rezeki Ululere Rudin mengatakan, 4,8 ton ini baru pengubinan. Hasil panen musim kedua ini meningkat 1 ton dibandingkan pada musim pertama, yaitu 3,5 ton. Untuk itu, dia bersyukur PT Vale memperkenalkan tentang padi organik kepada masyarakat.

“Waktu masih memakai non-organik, biaya sangat mahal. Pemeliharannya susah, dan hasilnya pun juga sedikit. Paling banyak saya menghasilkan 2 ton padi pada saat panen. Kalau dibandingkan dengan padi organik yang saya terapkan sekarang, biaya murah, pemeliharaannya mudah, dan hasilnya sangat memuaskan,” kata Rudin.

Apalagi katanya, PT Vale selalu melakukan pendampingan dan memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bahkan, petani tidak susah lagi untuk mencari pupuk, sebab PT Vale memberikan pelatihan tentang cara membuat pupuk kompos.

Baca Juga :  Terapkan Metode SRI Organik, Petani Binaan PT Vale Mengaku Puas dengan Hasil Panennya

“Harapan saya, semoga PT Vale Indonesia juga dapat membantu pengadaan alat penunjang, seperti mesin pengendalian rumput, kendaraan angkut bahan kompos, rumah kompos, kandang sapi, serta mesin pencacah rumput,” harapnya.

Sementara itu, Senior Manager External Relations Blok Bahodopi  Asriani Amiruddin mengatakan, panen kali ini adalah panen yang kedua selama Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) melalui metode System of Rice Intensification (SRI) Organik PT Vale dilaksanakan di Bungku Timur.

“Tujuan Program PSRLB ini sesuai dengan visi misi perusahaan, yang peduli terhadap lingkungan. Yang terpenting adalah padi organik akan menghasilkan beras yang lebih sehat, karena tidak menggunakan bahan kimia,” kata Asriani.

Meskipun masih ada masyarakat yang tetap bertahan menggunakan padi non-organik (konvensional), jumlah petani yang beralih dari non-organik ke organik sudah bertambah. Hingga saat ini sudah ada 24 petani dengan luas lahan 3,09 Ha yang beralih ke penanaman padi SRI Organik, dibanding pada musim pertama yang hanya 12 petani dengan luas lahan 1,12 Ha.

Baca Juga :  Petani Binaan PT Vale di Desa Ululere Panen Perdana Padi Organik di Musim Ketiga

“Memang target kita di awal adalah membangun minat petani agar mereka dengan ikhlas bisa menjalankan PSRLB. Kami berharap program ini bisa berkelanjutan, dan yang terpenting para petani bisa mandiri dan semakin memahami betapa pentingnya menjaga lingkungan, tidak meracuni lahan dengan penggunaan pupuk kimia,” tuturnya.

(Redaksi/Agus) 129

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *