oleh

Sanggah Pemberitaan di Media Online, Panwaslu Kecamatan : Itu Tidak Benar

LAYARSULTRA.COM, KONSEL – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memberikan sanggahan sehubungan adanya rilis berita di beberapa media online yang memuat pernyataan salah satu pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Konsel yang menuding kurangnya peran pemantau dalam pengawasan tahapan pemilu.

Pernyataan salah satu pimpinan Bawaslu tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Pada Pemilu Tahun 2024 di Wonua Monapa Hotel, Jum’at (9/12/2022).

Pemberitaan itu pun mengundang reaksi dari beberapa Pemantau Pemilu yang ada di Kabupaten Konawe Selatan.

Salah satu anggota Panwaslu Kecamatan Supriadi memberikan sanggahan dengan menyebutkan tidak benar ada pernyataan salah satu Pimpinan Bawaslu Konawe Selatan seperti yang dimuat dalam media online tersebut.

Baca Juga :  Saat Buka Rapat Pembinaan Kegiatan Administrasi, Plh Bupati Koltim Tegaskan OPD dalam Penyerapan Anggaran dan Realisasi Fisik

“Bukan seperti itu, Pimpinan (Bawaslu) mengatakan bahwa angka partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu masih rendah kalau mengacu pada penanganan dugaan pelanggaran pemilihan yang ditangani Bawaslu Konsel pada Pilkada 2020 lalu termasuk tidak adanya laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan oleh pemantau pemilu, pimpinan (Bawaslu) itu berbicara sesuai data yang ada,” jelas Supriadi, Minggu (11/12/2022).

“Kami mengikuti kegiatan itu dari awal sampai akhir, tidak ada diksi dari pimpinan (Bawaslu) seperti itu menjadi indikator atau kontribusi yang dialamatkan ke satu pihak, terlalu prematur Pemantau Pemilu memberi kesimpulan. Sementara kami sebagai audiens langsung tidak mendengar diksi-diksi yang saya katakan sesat seperti yang diberitakan dari beberapa media yang notabene tidak ada di tempat saat itu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Rakerda dan Pelantikan Pengurus DPD Wanara Kabupaten Koltim Sukses Terlaksana

Senada dengan hal tersebut Ketua Panwaslu Kecamatan Tinanggea Andri Indrawan mengatakan bahwa tidak ada tudingan seperti itu.

“Tidak seperti itu bahasanya,” tegasnya.

“Pimpinan (Bawaslu) sesuai data dengan divisi yang beliau ampuh bahwa partisipasi publik dalam menyampaikan laporan dugaan pelanggaran Pilkada 2020 baik dari WNI maupun peserta pemilu dibandingkan dengan temuan Bawaslu sendiri masih jauh lebih rendah persentasenya termasuk Pemantau Pemilu yang belum pernah menyampaikan laporan dugaan pelanggaran secara resmi ke pengawas pemilu di Konawe Selatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kirab 1 Muharram yang Digelar Kemenag Sultra Diikuti 14.444 Peserta

Ditambahkan Andri bahwa Bawaslu Konawe Selatan dan Pemantau Pemilu selama ini selalu bersinergi.

“Yang ada malah selama ini Bawaslu Konawe Selatan selalu bersinergi dengan pemantau pemilu, seperti Pilkada 2020 lalu beberapa kegiatan sosialisasi atau Bimtek Panwascam pematerinya dari Pemantau Pemilu,” tutupnya.

213

Tentang Penulis: Layar Sultra

Gambar Gravatar
Layarsultra.com merupakan salah satu media online yang berkedudukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan berada dibawah naungan PT. Mediatama Sejahtera Group. Tujuan didirikannya media online layarsultra.com adalah untuk memberikan informasi kepada publik melalui karya jurnalistik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed