Konsel  

Gelar Pelatihan Jurnalis, Kominfo Konsel Harap OPD dan Desa Ekspos Program untuk Permudah Akses Publik

Kadis Kominfo Konsel saat buka pelatihan jurnalis, Kamis (6/6).

LAYARSULTRA.COM, KONSEL – Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Pelatihan Jurnalis, bertempat di salah satu hotel di Kendari, Kamis dan Jumat (6-7/6/2024).

Pelatihan Jurnalis tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Konsel Drs. Annas Mas’ud, M.Si., serta dihadiri Sekretaris Diskominfo H. Hasryam Nur, M.Si, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Heri Asma, S.Sos., M.Si, dan Ketua PWI Konawe Selatan Herman, S.Sos.

Pelatihan Jurnalis ini diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, 20 peserta desa dan 15 peserta yang berasal dari kelurahan.

Dalam sambutannya, Kadis Kominfo Konsel Annas Mas’ud mengatakan pelatihan jurnalis digelar dengan tujuan untuk memberikan informasi yang transparan dan mudah diakses oleh publik.

“Apalagi saat ini Pemerintah Daerah Konawe Selatan menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” ucap Annas.

“SPBE di Konsel berada pada posisi 2,65 yang saat ini penerapan SPBE berada di urutan kedua setelah Kabupaten Kolaka. Sehingga pak Bupati sangat mendorong kerja-kerja SPBE. SPBE menjadi intruksi bupati untuk selalu dijaga,” jelasnya.

Baca Juga :  Sebanyak 207 Kader Organisasi Tawon Sultra Ikuti Ditsus dan Ditsar, Tumbuhkan Jiwa Mepokoaso

Menurut Annas, pelatihan ini merupakan bentuk implementasi SPBE di Konawe Selatan, bagaimana peserta dilatih ilmu jurnalisme.

“Peserta dilatih memiliki kemampuan apa yang menjadi potensi daerahnya untuk disampaikan menjadi informasi kepada publik,” katanya.

Annas mengatakan dengan penerapan SPBE kinerja OPD akan terukur.

“Pemda melalui Dinas Kominfo telah membangun 30 website OPD, memfasilitasi pembangunan website desa di 336 desa. Pemerintah daerah saat ini telah menyediakan media untuk kita beraktivitas,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, kata Annas, bagaimana peserta dapat mengelola website.

“Kita mengundang desa-desa yang websitenya aktif. Kurang lebih 83 desa yang aktif dan di tahun 2024 saat ini tercatat sekitar 20 desa yang memiliki website aktif,” ujarnya.

Annas berharap peserta pelatihan dapat mengeksplore potensi di desanya dan program OPDnya yang telah dijalankan.

“Kami berharap dengan pelatihan ini ilmunya dapat diimplementasikan dan diaplikasikan,” harapnya.

(Redaksi/Agus) 148

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *