oleh

Hanya Dengan Modal Uang Seribu Rupiah, Seorang Kakek Cabuli Cucunya Sendiri

Foto : ilustrasi

LAYARSULTRA.COM, Buton Tengah – Sungguh bejat perilaku seorang kakek berinisial LT (70) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini. Entah setan apa yang telah merasukinya.

Bukannya memperbanyak amal ibadah di masa tuanya, ia justru tega mengganyang anak dibawah umur. Dan mirisnya lagi, yang diganyang adalah cucunya sendiri.

Menurut Kasubbid Penmas Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, kasus tersebut telah ditangani oleh Polsek Mawasangka dan pelaku telah ditangkap.

Baca Juga :  Bernafsu Usai Cicipi Makanan yang Dihidangkan, Mertua Bejat Ini Cicipi Tubuh Menantunya

Perbuatan bejat sang kakek ini diungkap oleh nenek korban. Dan diduga kakek bau tanah itu telah melakukan perbuatan bejatnya terhadap cucunya sendiri sebanyak tiga kali.

“Awalnya korban mengeluh kesakitan dan terlihat lemas, lalu ditanya oleh neneknya. Di situ korban mengaku telah dicabuli oleh kakeknya,” ucap Dolfi Kumaseh, Sabtu, (18/9/2021).

Dolfi menambahkan bahwa modus pelaku melakukan aksi bejat terhadap cucunya dengan cara memberikan iming – iming uang Rp 1000, lalu diajak masuk ke dalam rumah.

Baca Juga :  Terbukti Miliki Shabu, Seorang Pria di Konsel Diciduk Polisi

Saat menjalankan aksi bejatnya, si kakek bau tanah itu juga mengancam korban agar korban tidak berteriak serta tidak mengadu kepada siapa pun.

Dari hasil pemeriksaan, korban yang masih dibawah umur itu mengakui telah dicabuli sebanyak tiga kali oleh kakeknya sendiri.

“Korban dikasih uang lalu diancam oleh pelaku agar tidak berteriak. Korban juga mengaku telah dicabuli oleh kakeknya sebanyak tiga kali,” tutup Dolfi Kumaseh. (Red)

877

Tentang Penulis: Layar Sultra

Gambar Gravatar
Layarsultra.com merupakan salah satu media online yang berkedudukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan berada dibawah naungan PT. Mediatama Sejahtera Group. Tujuan didirikannya media online layarsultra.com adalah untuk memberikan informasi kepada publik melalui karya jurnalistik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed