LAYARSULTRA.COM, SBB – Terkait isu manipulasi data K2 yang diambil oleh pegawai kontrak, Sekda Seram Bagian Barat (SBB) Mansur Tuharea membantah. Ia menyampaikan saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Sabtu, (25/9/2021).
“Soal manipulasi data maupun mengambil hak itu tidak betul, itu semua keliru,” ujarnya.
Bukan hanya itu, Sekda juga mengatakan terkait dengan hasil tes passing grad yang tidak memuaskan atau tidak sempurna, pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa karena hal itu langsung ditentukan oleh pusat.
“Itu kami pemerintah daerah tidak tahu, karna itu hasilnya dari pusat langsung tidak ada sangkutannya dengan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Dan terkait dengan peserta tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dikatakan ada dugaan pengguna kegelapan, Sekda pun membantahnya.
“Terkait itu kami sebagai pemerintah daerah menyampaikan tidak ada pengguna kegelapan, bahkan itu hoax, dan seleksi itupun dibuka umum jadi tidak ada kata gunaan kegelapan,” jelasnya.
“Dan kami menghimbau kepada peserta agar selalu berdoa dan sabar.
Kami sebagai pemerintah daerah selalu mendukung dan memberikan support dan jangan terpengaruh dengan informasi hoax,” tutupnya.
Reporter : Fauzan Palisoa
961 










Komentar